Kamis, 24 April 2014

Karet Bearing Pad

Karet Bearing Pad (Elastomer Karet Bearing Pad) 

Karet Bearing Pad adalah karet alam ataupun neoprene yang divulkanisat dalam suhu dan tekanan diperkuat lapisan plat baja didalamnya 2,3,ataupun lebih plat baja dalam Bearing Pad.
Pembuatan Jembatan dan Jalan Tol sangat memerlukan Karet Bearing Pad sebagai bagian yang penting dalam konstruksi jembatan.

Karet Bearing Pad

Fungsi Karet Bearing Pad adalah sebagai Bantalan bagian jembatan yang memiliki tugas untuk mentransfer tegangan dari struktur bagian atas jembatan ke struktur bagian bawah jembatan yang dapat memberikan pergerakan pada bagian atas struktur jembatan.Karet Elastomeric Bearing Pad juga berfungsi untuk mengakomodasi pergerakan Translational dan Rotasional.
Gada Bina Usaha sebagai Produsen Specialist Elastomeric Karet Bearing Pad di Indonesia berusaha terus menerus melakukan inovasi pada proses produksi,material kompon pada produksi Karet Bearing Pad.

Karet Bearing Pad

Elastomeric Bearing Pad

Rubber Bearing Pad


Senin, 14 April 2014

Rubber Bearing Pad ( Bantalan Karet )

Rubber Bearing Pad dalam Konstruksi Jembatan

Penggunaan akan Rubber Bearing Pad (Elastomeric Bearing Pad) merupakan keharusan dalam bidang konstruksi jembatan.
Fungsi Elastomeric Bearing Pads adalah sebagai penerus beban bangunan atas jembatan ke bagian bawah jembatan disamping juga meredam gerak rotasi jembatan yang disebabkan antara lain :

Elastomeric Bearing Pads


-Perubahan suhu (seragam dan perbedaan suhu) 
-Penyusutan beton deck slab 
-Pergerakan tetap (beban mati dan beban mati tambahan) 
-Pergerakan variabel - terutama beban lalu lintas 
-beban vertikal jembatan
-beban horisontal jembatan
Pergerakan jembatan  dapat berupa gerakan permanen ( irreversible ) atau gerakan transient ( reversible ) .
Umumnya , struktur jembatan akan memutar terhadap sumbu longitudinal dan transversal pada dukungan dan rotasi hal ini harus diantisipasi dengan Elastomeric Bearing Pads.
Rubber Bearing Pads harus dirancang untuk dapat meredam gerakan tersebut 
(dalam hal desain pada struktur juga harus diperhatikan ) . 
Dalam beberapa kasus ,ada juga rotasi pada sumbu vertikal 
(terkait dengan desain lentur struktur ) tetapi hal ini biasanya terjadi jarang sekali.

Perpindahan horizontal pada dukungan muncul baik dari perubahan keseluruhan panjang dari struktur dan karena lentur pada bidang vertikal (karena sumbu pusat massa berada di atas level support ) . 
Karena itu perlu untuk menahan kekuatan horizontal pada setidaknya satu posisi , biasanya untuk melakukannya dengan mencegah perpindahan horizontal pada posisi itu ; ini berarti bahwa perpindahan horizontal pada posisi lain disebabkan oleh ekspansi / kontraksi panjang dari bantalan tetap dan ke ( vectorial ) jumlah pergerakan karena rotasi lentur.


Elastomeric Bearing Pad terbuat dari Karet Alam maupun Sintetis (Neoprene Bearing pad) yang diperkuat lapisan baja didalamnya dan divulkanisat dalam waktu dan suhu tertentu.


Selasa, 11 Juni 2013

Bearing Pad Jembatan

Bearing Pad Konstruksi Jembatan

Bearing Pad Jembatan yang paling ekonomis dan mudah adalah rubber bearing pad sangat umum digunakan dalam pembangunan konstruksi jembatan.
Bearing Pad Jembatan terbuat dari karet alam maupun neoprene divulkanisat dalam suhu panas tertentu dan dalam tekanan.
fungsi Bearing Pad Jembatan sendiri adalah sebagai peredam getaran dan guncangan pada jembatan bersifat fleksibel baik horizontal maupun vertikal.
Bearing Pad Jembatan
Gada Bina Usaha sebagai produsen bearing pad jembatan  di Indonesia komitmen dalam bidang tersebut sebagai suplier langsung untuk kebutuhan bearing pad jembatan di Indonesia.
Produk kami digunakan di seluruh Indonesia bekerja sama dengan kontraktor BUMN maupun swasta.
Dengan menggunakan mesin Press Hydraulic Automatic kami memproduksi Bearing Pad Jembatan dengan berbagai ukuran.

Jumat, 05 April 2013

Bridge Bearing Pad

Bridge Bearing Pads

Bridge Bearings Pads are devices which transmit the load from the superstructure to the substructure and to accommodate movements and displacements. Bearings Pads are built to withstand loads and simultaneous deformation in any direction, while also allowing for minor rotations in any of the bearing's axes.Rubber bearings pad can be made entirely of rubber or can be reinforced with special sheet steel to increase capacity and transversal strength.
Types of Elastomeric Bearings
Plain Elastomeric Bearing containing no steel plate.
Laminated Elastomeric Bearing containing steel plate laminated bonded to rubber.
Laminated bearings are recommended for most cases since they give more reliable performance and better stability.
Plain pad and strip bearings are suitable only for low loads and small shear strains.


The Function of Elastomeric Bearings Pads
Structures are subjected to imperceptible displacements and rotations that have to be accommodated to protect the structure and surrounding infrastructure. The most common causes of movement being:
Temperature changes
Traffic movement and braking
Wind
Shrinkage and creep
Foundation movement
Post stressing
The function of the bearing pad is to safely accommodate the various movements and rotations as well as supporting the weight of the structure and to transmit the load through to the structures foundation.
Elastomeric Bearings Pads are designed to accommodate three types of movement
Vertical
Shear
Rotation
To transfer the load from the superstructure (both vertical and horizontal) to the substructure. Bridges with span less than 10m do not normally require any bearings.

To accommodate translational movements (expansion and contraction) e.g. movement due to temperature (can be large in steel bridges, up to 300mm); due to dead load & live load especially sloping road; shrinkage and creep etc.

To accommodate rotational movements of deck girders. Rotation occurs as the deck deflect under load. Also, some relative rotations occur in composite section due to different properties of concrete and steel. Differential settlement may also cause some rotational movement.

To limit forces transmitted to the substructures by suitable design.

To provide damping of vibrations and minimize effects of impact loading in case of elastomeric bearings.

Karet Alam

Definisi karet alam
Karet alam adalah polimer isoprene (C5H8) yang mempunyai bobot molekul yang besar. Susunannya adalah –CH–C(CH3)=CH–CH2– . Karet Hevea yang diperoleh dari pohon Hevea brasiliensis adalah bentuk alamiah dari 1,4–polyisoprene. Karet jenis ini memiliki ikatan ganda lebih dari 98% dalam konfigurasi cisnya yang penting bagi kelenturan atau elastisitas polyisoprene. Lebih dari 90% cis –1,4 polyisoprene digunakan dalam industri karet Hevea (Tarachiwin dkk., 2005).
Proses polimerisasi susunan isoprene akan menghasilkan polimer dengan struktur ikatan kimia yang berbeda. Proses polimerisasi isoprene diperlihatkan pada Gambar 1.


Karet alam adalah salah satu bahan penting yang digunakan secara luas dalam aplikasi teknik. Penggunaannya terutama disebabkan oleh kelembutan alaminya dan kemudahan pembentukannya. Karet alam diperoleh dari getah resin karet (lateks karet alam) yang disebut Hevea Brasiliensis yang berasal dari daerah Amazon dengan cara penggumpalan dan pengeringan. Tergantung dari cara memprosesnya. Daerah penghasil karet alam terbesar yang memproduksi 70% dari jumlah seluruh produksi karet dunia adalah Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Karet alam bisa mengkristal pada suhu rendah (misalkan -26°C) dan bila ini terjadi, diperlukan pemanasan karet sebelum diolah pabrik barang jadi karet.


Kandungan Alami Karet Mentah
Karet alam mengandung beberapa bahan antara lain: karet hidrokarbon, protein, lipid netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll. Protein dalam karet alam dapat mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalam vulkanisat. Beberapa lipid ada yang merupakan bahan pencepat atau antioksidan. Protein juga dapat meningkatkan heat build up tetapi dapat juga meningkatkan ketahanan sobek.
Karet alam lama kelamaan dapat meningkat viskositasnya atau menjadi keras. Ada jenis karet alam yang sudah ditambah bahan garam hidroksilamin sehingga tidak bisa mengeras dan disebut karet CV (contant viscosity).
Struktur dasar karet alam
Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene (C5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000-400.000. Pada suhu kamar, karet tidak berbentuk kristal padat dan juga tidak berbentuk cairan.
Banyak sifat-sifat karet alam ini yang dapat memberikan keuntungan atau kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya, baik dalam bentuk karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. Untuk mengubah sifat fisik dari karet dilakukan proses vulkanisasi. Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang kimia dari rantai molekul yang berdiri sendiri, meningkatkan elastisitas dan menurunkan plastisitas. Definisi dari vulkanisasi dalam kaitannya dengan sifat fisik karet adalah setiap perlakuan yang menurunkan laju alir elastomer, meningkatkan tensile strength dan modulus serta preserve its extensibility.
Vulkanisasi karet alam sangat baik dalam hal-hal berikut:
• Kepegasan pantul
Hal ini menyebabkan timbulnya kalor (heat build up) rendah, yang sangat diperlukan oleh barang jadi karet yang akan mengalami hentakan berulang-ulang.
Sifat inilah yang menyebabkan karet alam selalu dipakai dalam pembuatan ban truk dan kapal terbang yang sulit disaingi oleh karet sintetik.
• Tegangan putus
• Ketahanan sobek dan kikis
• Fleksibilitas pada suhu rendah
• Daya lengket ke fabric atau logam
Partikel Lateks
Setiap bagian pohon karet jika dilukai akan mengeluarkan getah susu yang disebut “lateks”. Banyak tanaman jika dilukai atau disadap mengeluarkan caiaran putih yang menyerupai susu, tetapi hanya beberapa jenis pohon saja yang menghasilkan karet. Diantara tanaman tropis hanya Havea bracileansis yang telah dikembangkan dan mencapai tingkat perekonomian yang penting. Komposisi lateks Havea bracileansis dapat dilihat jika lateks disentrifugasi dengan kecepatan 18.000 rpm, yang hasilnya adalah sebagai berikut:
Fraksi lateks (37%) : karet (isoprene), protein, lipida dan ion logam.
Fraksi Frey Wyssling (1-3%) : karotenoid, lipida, air, karbohidrat, protein dan turunannya.
Fraksi serum (48%) : senyawaan nitrogen, asam nukleat, senyawa organik, ion organik dan logam.
Fraksi dasar (14%) : air, protein dan senyawa nitroen, karet dan karotenoid, lipida dan ion logam
Partikel karet didalam lateks tidak dapat saling berdekatan, karena masing-masing partikel mempunyai muatan listrik. Gaya tolak menolak muatan listrik ini menimbulkan gerak brown. Didalam lateks isoprene diselaputi oleh lapisan protein sehingga partikel karet bermuatan listrik. Protein merupakan gabungan dari asam- asam amino yang bersifat dipolar (dalam keadaan netral mempunyai dua muatan listrik) dan amphoter (dapat bereaksi dengan asam atau basa).
Prakoagulasi
Pada saat mulai keluar dari pohon hingga beberapa jam lateks masih berupa cairan, tetapi setelah kira-kira 8 jam lateks mulai mengental dan selanjutnya membentuk gumpalan karet. Penggumpalan (prakoagulasi) dapat dibagi 2 yaitu :
Penggumpalan spontan
Penggumpalan spontan biasanya disebabkan oleh pengaruh enzim dan bakteri, aromanya sangat berbeda dari yang segar dan pada hari yang berikutnya akan tercium bau yang busuk.
Penggumpalan buatan
Penggumpalan buatan biasanya dilakukan dengan penambahan asam.
Prakoagulasi terjadi karena kemantapan bagian koloidal yang terkandung dalam lateks berkurang. Bagian-bagian koloidal ini kemudian menggumpal menjadi satu dan membentuk komponen yang berukuran lebih besar. Komponen koloidal yang lebih ini akan membeku. Inilah yang menyebabkan terjadinya prakoagulasi.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya prakoagulasi antara lain:
Menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan dalam penyadapan, penampungan, maupun pengangkutan. Selama pengangkutan dari kebun ke pabrik pengolahan lateks dijaga agar tidak mengalami banyak guncangan.
Mencegah pengenceran lateks dari kebun dengan air kotor, misalnya air sungai.
Memulai penyadapan pada pagi hari sebelum matahari terbit untuk membantu agar lateks dapat sampai ke pabrik atau tempat pengolahan sebelum udara menjadi panas.




Proses Pengolahan Karet (sheet)
Sheet adalah salah satu produk karet alam yang telah sejak lama dikenal di pasaran. Pada masa sebelum perang dunia kedua, dalam perdagangan sheet dikenal “Java Standard Sheet”, yaitu berupa lembaran-lembaran. Sheet yang telah diasap, bersih dan liat, bebas dari buluk (jamur), tidak saling melekat, warna jernih, tidak bergelembung udara dan bebas dari akibat pengolahan yang kurang sempurna. Standard tesebut sampai sekarang masih dipertahankan sehingga perdagangan sheet masih mampu bertahan sampai saat ini. Adapun cara pengolahan sheet secara garis besar terdiri dari proses berikut :
1) Penerimaan lateks
2) Pengenceran
3) Pembekuan
4) Penggilingan
5) Pengasapan dan pengeringan
6) Sortasi
7) Pengepakan
Jenis – jenis Karet Alam :
Bahan olah karet
Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohan karet Hevea brasiliensis.
Menurut pengolahannya bahan olah karet dibagi menjadi 4 macam :
Lateks kebun adalah cairan getah yang didapat dari bidang sadap pohon karet. Cairan getah ini belum mengalami penggumpalan.
Sheet angin adalah bahan olah karet yang dibuat dari lateks yang sudah disaring dan digumpalkan dengan asam semut, berupa karet sheet yang sudah digiling tetapi belum jadi.
Slab tipis ada lah bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang sudah digumpalkan dengan asam semut.
Lumb segar adalah bahan olah karet yang bukan berasal dari gumpalan lateks kebun yang terjadi secara alamiah dalam mangkuk penampung.
Karet alam konvensional
Ribbed smoked sheet (RSS) adaah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses pengasapan dengan baik.
White crepe dan pale crepe adalah jenis crepe yang berwarna putih atau muda dan ada yang tebal dan tipis.
Estate brown crepe adalah jenis crepe yang berwarna cokelat dan banyak d ihasilkan oleh perkebunan-perkebunan besar.
Compo crepe adalah jenis crepe yang dibuat dari bahan lump, scrap pohon, potongan-potongan sisa dari RSS.
Thin brown crepe remilis adalah crepe coklat yang tipis karena digiling ulang.
Thick blanket crepes ambers adalah crepe blanket yang tebal dan berwarna coklat.
Flat bark crepe adalah karet tanah.
Pure soked blanket crepe adalah crepe yang diperoleh dari penggilingan karet asap yang khusus berasal dari RSS.
Off crepe adalah crepe yang tidak tergolong bentuk beku atau standar, dibuat dari contoh- contoh sisa penentuan kadar karet kering.
Lateks pekat
Lateks pekat adalah jenis karet yang berbentuk cairan peka, tidak berbentuk lembaran atau padatan lainnya. Lateks pekat ini banyak digunakan untuk pembuatan bahan-bahan karet yang tipis dan bermutu tinggi.
Karet bo ngkah (block rubber)
Karet bongkah adalah karet remah yang telah dikeringkan dan dikilang menjadi bandela-bandela dengan ukuran yang telah ditentukan.
Karet spesifikasi teknis (crumb rubber)
Karet spesifikasi teknis adalah karet alam yang dibuat khusus sehingga terjamin mutu teknisnya.
Tyre rubber
Tyre rubber adalah bentuk lain dari karet alam yang dihasilkan sebagai barang setengah jadi sehingga bisa langsung dipakai oleh konsumen, baik untuk pembuatan ban atau barang yang menggunakan bahan baku karet alam lainnya.
Karet reklim (reclaimed rubber)
Karet reklim adalah karet yang diolah kembali dari barang-barang karet bekas, terutama ban-ban mobil bekas dan bekas ban-ban berjalan. Biasanya karet reklim banyak dipakai sebagai bahan campuran sebab bersifat mudah mengambil bentuk dalam acuan serta daya lekat yang dimilikinya juga baik. Produk yang dihasilkan lebih kukuh dan tahan lama dipakai, lebih tahan terhadap bensin atau minyak pelumas, tetapi karet reklim kurang kenyal dan kurang tahan gesekan sesuai dengan sifatnya sebagai karet bekas pakai.
Perbedaan Karet Alam dengan Karet Sintetis
Kelebihan karet alam dibanding karet sintetis adalah :
Memiliki daya elastis atau daya lenting sempurna
Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah
Tidak mudah panas (low heat built up) dan
Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan (groove cracking resistance)
Karet sintetis juga mamiliki kelebihan antara lain :
Tahan terhadap zat kimia, dan
Harganya yang cenderung dapat dipertahankan
Perbedaan karet dengan benda-benda lain, tampak nyata pada sifat karet yang lembut, fleksibel dan elastis. Sifat-sifat ini memberi kesan bahwa karet alam adalah suatu bahan semi cairan alamiah atau suatu cairan dengan kekentalan yang sangat tinggi.

Jumat, 25 Januari 2013

Rubber Fender V

Rubber Fender Tipe V sangat sederhana dalam bentuk dan modelnya,Rubber Fender tipe V sangat umum digunakan pada dermaga-dermaga di Indonesia.
Rubber Fender V


macam ukuran Rubber Fender V tergantung dari besar kecilnya kapal yang sandar dan arus air pada daerah disekitar dermaga tersebut.

ukuran Rubber Fender tipe V antara lain :

Rubber Fender V H 150 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 200 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 250 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 300 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 400 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 500 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 600 L 1000 s/d L 3000

Rubber Fender V H 800 L 1000 s/d L 3000

Kontak Kami untu Rubber Fender V dan baut angkur

Gada Bina Usaha

Asrikaton Indah F 6 - 9

Malang

Telp : 081233069330

Fax : 0341-795882

E-Mail : gadabinausaha@gmail.com

Jumat, 11 Januari 2013

Bridge Bearing Pads

elastomeric rubber bearing pad available in natural rubber and neoprene,
elastomeric  bearing pads are molded or cut to size from larger slabs to provide a low-cost, single element structural bearing. 

Bridge Bearing Pad
Plain elastomeric bearings are a cost effective option for applications with moderate load transfer and movement requirements. elastomeric pads accommodate surface irregularities, vertical load, and rotation through vertical deflection, while longitudinal movement is accommodated through shear deformation. These pads are suitable for use in pre-cast concrete, cast in place concrete, and steel framed structures.
contact us for specification